Selasa, 03 Desember 2019

Makalah ACTIVITY BASED MANAGEMENT (MANAJEMEN BERBASIS AKTIVITAS)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Permintaan akan informasi akuntansi manajemen yang lebih akurat dan relevan telah mengarah pada perkembangan manajemen berdasarkan aktivitas. Manajemen berdasarkan aktivitas adalah suatu pendekatan di seluruh sistem dan terintegrasi, yang memfokuskan perhatian manajemen pada berbagai aktivitas, dengan tujuan meningkatkan nilai untuk pelanggan (customer value) dan laba sebagai hasilnya. Manajemen berdasarkan aktivitas menekankan pada biaya berdasarkan aktivitas/Activity Based Costing (ABC) dan analisis nilai proses. Biaya berdasarkan aktivitas meningkatkan keakuratan mengalokasikan biaya dengan pertama-tama menelusuri biaya berbagai aktivitas, dan kemudian sampai pada produk atau pelanggan yang menggunakan berbagai aktivitas tersebut.
Analisis nilai proses di lain pihak, menekankan pada analisis aktivitas, yaitu mencoba untuk menetapkan mengapa melakukan aktivitas yang diperlukan secara lebih efisien, dan untuk menghapus aktivitas yang tidak memberikan nilai bagi pelanggan. Manajemen berdasarkan aktivitas memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan dengan mengelola aktivitas. Nilai bagi pelanggan adalah fokus utama karena perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif dengan menciptakan nilai bagi pelanggan yang lebih baik dengan biaya yang sama atau lebih rendah dari pesaing atau menciptakan nilai yang sama dengan biaya lebih rendah dari pesaing.
Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara apa yang pelanggan terima (realisasi untuk pelanggan) dengan apa yang pelanggan serahkan (hal yang dikorbankan pelanggan). Apa yang diterima, disebut sebagai produk total (total product). Produk total seluruh manfaat baik wujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible) yang pelanggan terima dari produk yang dibeli. Pengorbanan pelanggan meliputi biaya meliputi biaya pembelian produk, waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk mendapatkan dan mempelajari cara menggunakan produk, dan biaya-biaya paska pembelian, yang didefinisikan sebagai biaya penggunaan, pemeliharaan, dan menjual kembali produk tersebut. Meningkatkan nilai bagi pelanggan berarti meningkatkan realisasi untuk pelanggan, menurunkan pengorbanan pelanggan, atau keduanya.
                   
1.2         Rumusan Masalah
1.2.1   Bagaimana konsep manajemen berbasis aktivitas?
1.2.2   Bagaimana dimensi manajemen berbasis aktivitas?
1.2.3   Bagaimana penerapan manajemen berbasis aktivitas ?
1.2.4   Bagaimana manfaat manajemen berbasis aktivitas?
1.2.5   Bagaimana proses manajemen berbasis aktivitas?
1.2.6   Bagaimana penerapan perhitungan/manajemen biaya berdasarkan aktivitas di dunia nyata ?
1.2.7   Bagaimana penerapan perhitungan/manajemen biaya berdasarkan aktivitas pada industri jasa?
1.2.8   Bagaimana penerapan perhitungan/manajemen biaya berdasarkan aktivitas pada pemerintahan?


1.3         Tujuan Penulisan
1.3.1   Untuk memahami dan mendeskripsikan konsep manajemen berbasis aktivitas.
1.3.2   Untuk memahami dan mendeskripsikan dimensi manajemen berbasis aktivitas.
1.3.3   Untuk memahami dan mendeskripsikan penerapan manajemen berbasis aktivitas.
1.3.4   Untuk memahami dan mendeskripsikan manfaat manajemen berbasis aktivitas.
1.3.5   Untuk memahami dan mendeskripsikan proses manajemen berbasis aktivitas.
1.3.6   Untuk memahami dan mendeskripsikan penerapan perhitungan/manajemen biaya berdasarkan aktivitas di dunia nyata.
1.3.7   Untuk memahami dan mendeskripsikan penerapan perhitungan/manajemen biaya pada industri jasa.
1.3.8   Untuk memahami dan mendeskripsikan penerapan perhitungan/manajemen biaya pada pemerintahan.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Konsep Manajemen Berbasis Aktivitas (ABM)
Aktivitas merupakan hal yang utama dalam pengendalian dan penilaian performance lingkungan yang dinamis. Akuntansi aktivitas merupakan pendekatan yang paling tepat dalam lingkungan yang dinamis dan perusahaan ditutut untuk melakukan continoues improvement (perbaikan terus). Akuntansi aktivitas menekankan pada perbaikan proses. Proses adalah sekumpulan aktivitas yang menentukan kinerja suatu pekerjaan tertentu. Perbaikan proses berarti perbaikan bagaimana suatu aktivitas dilakukan. Oleh akarena itu yang diperlukan adalah pengelolaan aktivitas bukan biayanya. Untuk itulah muncul pendekatan yang baru yang dikenal dengan Activity Based Management (ABM). ABM merupakan suatu sistem yang terintegrasi yang memfokuskan perhatian manajemen untuk meningkatkan “customer value” serta keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dengan peningkatan value tersebut  bagi konsumen.
Manajemen berbasis aktivitas (activity-based management/ABM) adalah pendekatan manajemen yang memusatkan pengelolaan pada aktivitas dengan tujuan untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap value yang dihasilkan bagi customer dan laba yang dihasilkan dari penyediaan value tersebut.

2.2  Dua Dimensi Activity Based Management (ABM)
Menggunakan informasi Activity Based Costing untuk mengembangkan operasi dan menghilangkan biaya yang tidak bernilai tambah disebut Activity Based Management (ABM). Menggunakan Activity Based Management (ABM) untuk menghilangkan Aktivitas dan Biaya yang Tidak Bernilai Tambah.

Activity Based Management (ABM) menekankan baik pada product costing maupun process value analysis. Terdapat 2 dimensi pada ABM yaitu:

1.      Cost Dimension
Menyediakan informasi tentang sumber ekonomi, aktivitas, produk serta konsumen. Dalam dimensi ini dilakukan penelusuran biaya ke setiap aktivitas, kemudian biaya setiap aktivitas dibebankan ke produk. Dimensi ini sangat bermanfaat untuk product costing, managemen biaya strategik serta tactical analysis . Menekankan pada ketelitian alokasi biaya aktivitas ke setiap produk.

2.      Process Dimension
Menyediakan informasi tentang mengapa suatu aktivitas dilaksanakan dan bagaimana pelaksanaannya. Dimensi ini ingin mengetahui  kinerja setiap aktivitas yang dilakukan perusahaan. Dimensi ini menunjukan informasi tentang continoues improvement yang dilakukan perusahaan.
 
2.3  Penerapan ABM
Activity based management lebih komprehensif dibandingakn ABC. Dari diagram tersebut terlihat bahwa ABC merupakan bagian dari ABM. ABM dapat dipandang sebagai suatu sistem yang memliki 2 tujuan utama, yaitu:
a)      Meningkatkan kualitas pengambilan keputuan dengan menyajikan informasi biaya yang lebih akurat
b)      Melakukan pengurangan biaya dengan mendorong dilakukannya program-program pengurangan biaya
Tujuan penting dari ABM adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas dan biaya tak bernilai tambah. Aktivitas yang tidak bernilai tambah adalah operasi yang (1) tidak perlu dan tidak penting (2) perlu tapi tidak efisien dan tidak dapat dikembangkan. Biaya yang tidak bernilai tambah adalah hasil dari beberapa aktivitas, biaya dari beberapa aktivitas yang bisa dihilangkan tanpa mengurangi kualitas produk, daya guna, dan nilai yang dirasakan. Berikut adalah lima langkah yang menyediakan strategi untuk menghilangkan biaya tak bernilai tambah pada perusahaan manufaktur dan jasa, yaitu:
1.      Mengidentifikasi aktivitas, langkah pertama adalah analisis aktivitas, yang mengidentifikasi semua aktivitas penting organisasi.
2.      Mengidentifikasi aktivitas tak bernilai tambah, tiga kriteria untuk menentukan aktivitas yang bernilai tambah adalah:
a.       Apakah aktivitas tersebut perlu ?
b.      Apakah aktivitas tersebut efisien ?
c.       Apakah aktivitas tersebut kadang bernilai tambah, kadang tidak ?
3.      Memahami rantai aktivitas, akar masalah, dan pemicunya, dalam mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah, sangat penting untuk memahami jalan dimana aktivitas terhubung bersama.
Pengerjaan ulang unit yang rusak adalah kegiatan non-nilai tambah. Pengerjaan ulang ini dipicu oleh identifikasi produk cacat selama inspeksi. Akar penyebab ulang, bagaimanapun, bisa berbaring di salah satu dari sejumlah kegiatan sebelumnya. Mungkin spesifikasi bagian adalah kesalahan. Atau vendor diandalkan dipilih. Mungkin bagian-bagian yang salah diterima. Atau kegiatan produksi yang harus disalahkan. Satu set kegiatan yang saling berhubungan (seperti yang digambarkan di atas) disebut proses. Kadang-kadang analisis aktivitas ini disebut sebagai analisis nilai proses (PVA).
4.      Menetapkan ukuran kinerja, dengan pengukuran kenerja secara terus-menerus dan membandingkan kinerja dengan tolak ukur, perhatian manajemen mungkin terarah pada aktivitas yang tidak perlu dan tidak efisien.
5.      Melaporkan biaya yang tidak berlilai tambah, biaya tak bernilai tambah harus disoroti pada laporan pusat biaya. Dengan mengedintifikasi akktivitas tak bernilai tambah, dan melaporkan biayanya, manajemen dapat bekerja keras untuk mengembangkan proses dan menghilangkan biaya tak bernilai tambah.
 
2.4  Manfaat ABM
1.      Meningkatkan customer value melalui pengurangan biaya
Mencapai Pengurangan Biaya, dimana aktivitas tak bernilai tambah dapat diidentifikasi, empat cara bisa digunakan untuk mengurangi biaya tak bernilai tambah.
a.       Mengurangi Aktivitas. Cara ini digunakan secara sederhana pada aktivitas, dengan mengurangi waktu atau sumber daya yang digunakan untuk aktivitas tersebut.
b.      Menghilangkan Aktivitas. Pedekatan ini mengasumsikan aktivitas tersebut sepenuhnya tidak perlu.
c.       Memilih Aktivitas. Di bawah strategi ini, aktivitas yang paling efisien yang dipilih dari serangkaian alternatif.
d.      Membagi Aktivitas. Cara ini menemukan jalan untuk mendapatkan pencapaian yang lebih dari sebuah aktivitas yang telah ada dengan mengkombinasikan fungsi pada beberapa cara yang lebih efisien. Contohnya, adalah menggunakan suku cadang yang sama pada beberapa produk yang berkaitan daripada mendesain tiap produk untuk menggunakan suku cadang khusus.
2.      Bagaimana pengurangan biaya dilaksanakan dalam ABM?
-        Fokus utama adalah terhadap non-value-added activities:
a.       Activity reduction (pengurangan non-value-added activities)
b.      Activity elimination (penghilangan non-value-added activities)
-        Fokus kedua adalah terhadap value-added activities:
a.       Activity selection (pemilihan value-added activities)
b.      Activity sharing (pemanfaatan optimum value-added activities)

2.5  Proses ABM
Business process analysis :
1.      Pengurangan biaya (cost reduction) dilandasi oleh keyakinan bahwa pemahaman secara mendalam terhadap proses bisnis dan improvement berkelanjutan terhadap proses tersebut merupakan penentu efektivitas pengelolaan biaya.
2.      Pergeseran paradigma terhadap organisasi; dari organisasi sebagai sekelompok fungsi/departemen ke organisasi sebagai sekumpulan proses.
o   Business Process Analysis dilakukan dengan tujuan untuk:
1.      Memberikan panduan dalam program pengurangan biaya dan cycle time
2.      Improvement terhadap kualitas proses
3.      Usaha lain dalam meningkatkan kinerja organisasi
o   Tahap Business Process Analysis
1.      Mengidentifikasi business process
2.      Mengidentifikasi subprocess dan activities
3.      Melaksanakan process value analysis
4.      Mengembangkan rencana improvement
Process Value Analysis
Process Value Analysis merupakan suatu analisa yang menghasilkan informasi tentang mengapa dan bagaimana suatu aktivitas atau pekerjaan dilakukan. Analisa ini menekankan pada upaya untuk memaksimumkan sistem penilaian kinerja secara keseluruhan dari pada performance individu. Process Value Analysis dilakukan dengan 2 langkah di bawah ini:
1.      Driver analysis untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan biaya suatu Aktivitas
Setiap aktivitas pasti membutuhkan input dan menghasilkan output. Input aktivitas merupakan sumber-sumber ekonomi yang dibutuhkan dalam melaksanakan suatu aktivitas, sedangkan output aktivitas merupakan produk yang dihasilkan dari suatu aktivitas. Output yang dihasilkan oleh suatu akitivitas perlu diukur dalam satuan kuantitatif tertentu yang disebut dengan Activity Output Measure.
Apabila permintaan akan suatu aktivitas berubah akan menyebabkan perubahan jumlah biaya aktivitas, akan tetapi satuan ukuran output aktivitas tidak selalu berhubungan langsung dengan penyebab timbulnya biaya suatu aktivitas. Oleh karen aitu perlu dilakukan suatu analisa yang disebut dengan analisa driver. Analisa Driver bertujuan untuk menunjukan penyebab munculnya biaya aktivitas.
2.      Activity analysis untuk menentukan aktivitas apa yang dilakukan, jumlah pekerja yang telibat, waktu dan sumber ekonomi yang digunakan serta rekomendasi bagi manajemen tentang aktivitas tersebut. Analisa aktivitas akan digambarkan pada bagan dibawah ini.

Analisa aktivitas merupakan inti dari process value analysis. Analisa aktivitas merupakan suatu proses identifikasi, penjabaran serta evaluasi aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh suatu organisasi. Analisa aktivitas diharapkan mampu menjawab 4 pertanyaan berikut ini:
a.       Aktivitas-aktivitas apa saja yang dilaksanakan?
b.      Berapa jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan setiap aktivitas?
c.       Berapa jumlah waktu dan sumber-sumber ekonomi lainnya yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas?
d.      Bagaimana manfaat aktivitas bagi organisasi secara keseluruhan organisasi termasuk rekomendasi untuk teyap mempetahankan nilai tambah setiap aktivitas bagi organisasi.
Dari 4 hal tersebut di atas, hasil akhir dari suatu analisa aktivitas adalah penentuan nilai tambah setiap aktivitas bagi organisasi. Oleh karena itu dalam analisa aktivitas, aktivitas dapat dibedakan menjadi 2 jenis aktivitas yaitu:
a.       Aktivitas bernilai tambah (value-added activities)
Merupakan aktivitas yang diperlukan untuk tetap dapat mempertahankan kegiatan operasional perusahaan. Dapat pula dikatakan bahwa aktivitas bernilai tambah adalah aktivitas yang diperlukan dan sudah dilaksanakan dengan efisien. Biaya untuk melaksanakan aktivitas bernilai tambah disebut dengan biaya aktivitas bernilai tambah. Biaya ini merupakan biaya yang seharusnya terjadi dalam melaksanakan sutau aktivitas. Aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai aktivitas bernilai tambah meliputi:
-        Required Activities, merupakan aktivitas-aktivitas yang dilaukan untuk memuhi peraturan atau perundangan yang berlaku.
-        Discretionary activities, merupakan aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi 3 kriteria berikut yaitu
1.      Aktivitas menyebabkan adanya perubahan sifat atau bentuk
2.      Perubahan sifat atau bentuk tidak dapat dilakukan oleh aktivitas sebelumnya
3.      aktivitas yang memungkinkan aktivitas lain untuk dilaksanakan.



Berikut contoh tabel klasifikasi aktivitas bernilai tambah tinggi atau rendah
Aktivitas
Bernilai Tambah Tinggi
Bernilai Tambah Rendah
Perancangan Produk
X

Persiapan

X
Masa Tunggu

X
Perpindahan

X
Pemrosesan
X

Pengerjaan Ulang

X
Perbaikan

X
Penyimpanan

X
Pemeriksaan

X
Pengiriman Produk
X


b.      Aktivitas tidak bernilai tambah (non value-added activities)
Merupakan aktivitas yang tidak diperlukan atau diperlukan tetapi dilaksanakan dengan tidak efisien. Biaya untuk melaksanakan aktivitas ini disebut dengan biaya aktivitas tidak bernilai tambah. Biaya inilah yang harus dieliminasi karena menimbulkan adanya pemborosan. Berikut strategi yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan non-value-added activities.

1.      Pengurangan atau penghilangan moving time.
Moving time adalah waktu yang digunakan customer untuk mendapatkan layanan dari perusahaan. Moving time mencerminkan aktivitas yang dilakukan oleh customer yang tidak bernilai tambah bagi mereka.
2.      Pengurangan atau penghilangan waiting/storage time.
Waiting/storage time merupakan aktivitas yang tidak bernilai tambah bagi customer. Untuk menghilangkan waktu yang digunakan untuk menyimpan sediaan. Cara yang dapat ditempuh oleh perusahaan ialah dengan Just in time purchasing dan vendor managed inventory
3.      Pengurangan atau penghilangan inspection time.
Inspection time merupakan waktu yang digunakan untuk menginspeksi terhadap pekerjaan karyawan. Hal ini dapat dihilangkan dengan memberdayakan karyawan, membangun organisasi yang lebih datar, total quality control, dan zero defect

Hasil akhir yang ingin dicapai dalam analisa aktivitas adalah penurunan biaya (cost reduction) yang ditimbulkan karena adanya continues improvement. Dalam lingkungan yang kompetitif, perusahaan harus mampu mengirimkan produk yang diinginkan konsumen, dalam waktu yang tepat serta harga yang rendah. Hal ini mendorong perusahaan harus selalau melakukan perbaikan yang terus menerus dalam melaksanakan aktivitasnya. Analisa aktivitas dapat menurunkan biaya melalui dengan 5 cara berikut ini:
1.      Activity elimination
Memfokuskan pada Aktivitas tidak bernilai tambah, dengan mengidentifikasikan kemudian mengeliminasi aktivitas tersebut.
2.      Activity selection
Pemilihan serangkaian aktivitas yang berbeda disebabkan kerena srtategi yang saling bersaing. Strategi berbeda membutuhkan aktivitas berbeda. Dipilih aktivitas yang biayanya rendah untuk hasil yang sama.
3.      Activity reduction
Pengurangan waktu dan konsumsi sumber ekonomi yang diperlukan suatu aktivitas. Pendekatan ini terutama ditujukan untuk pengingkatan efisiensi dan peningkatan aktivitas tidak bernilai tambah dapat dihilangkan.
4.      Activity sharing
Peningkatan efisiensi aktivitas dengan memanfaatkan skala ekonomi, khususnya dengan meningkatkan jumlah kuantitas cost driver tanpa meningkatkan biaya aktivitasnya.
5.      Activity Performace Measurement
Yaitu pengukuran performance dalam pelaksanaan suatuaktivitas dengan menggunakan alat ukur finansial maupun non finansial. Alat ukut yang digunakan harus mampu mengetahui bagaimana suatu aktivitas dilaksanakan dan hasil yang dicapai. Alat ukur ini juga diharapkan mampu menunjukan perbaikan yang secara terus menerus dilakukan perusahaan. Penilaian dipusatkan pada 3 hal yaitu waktu, kualitas serta efisiensi.
a)      Waktu
·         Reliability : Jumlah pengiriman yang tepat waktu atau jumlah pengiriman
·         Responsiveness : cycle time (waktu untuk melaksanakan 1 aktivitas), velocity (jumlah output aktivitas yang dihasilkan dalam satuan waktu tertentu)
·         Manufacturing cycle efficiency : waktu pemrosesan/(waktu proses+ waktu perpindahan + waktu inspeksi + waktu tunggu )

b)      Kualitas: jumlah produk cacat, jumlah produk cacat/total produksi, % kegagalan eksternal, jumlah sisa bahan atau jumlah bahan yang digunakan. Untuk aktivitas pembelian ukuran kualitas dapat dinilai dengan Jumlah kesalahan atau jumlah total permintaan pembelian, jumlah kesalahan setiap order pembelian.

c)       Efisiensi
·         Efisiensi operasi: Output/bahan, output/JKL, output/ jam mesin
·         Efisiensi mesin : % kapasitas mesin yang terpakai
·         Persediaan : Perputaran persediaan, jumlah persediaan, lamanya persediaan

2.6  Penerapan Perhitungan/Manajemen Biaya Berdasarkan Aktivitas di Dunia Nyata.
Contoh pada AIRCO Ltd yang merupakan produsen unit alat pendingin industri. Unitnya tersebar dalam ukuran 5-20 ton. Perunit mempunyai lebih dari 200 suku cadang. Hampir 90% pekerja pabrik adalah pekerja yang dibayar per jam dan perusahaan beroperasi dengan dua jam kerja. Organisasi proses produksinya konvensional dengan departemen yang terpisah yaitu pembelian, rekayasa, penjadwalan pekerjaan, penanganan bahan baku, pengiriman, akuntansi dan SDM.

Tahap satu yaitu mengidentifikasi tempat penampungan sumber daya yang meningkatkan total biaya overhead pabrik. Berikut 11 kategori sumber biaya AIRCO Ltd (tampilan 5.12).


Sumber Biaya Overhead Pabrik
Biaya
Tenaga kerja langsung
 $              2.786.900
Komputer dan peranti lunak
 $                 731.405
Transportasi produk
 $                 319.800
Energi
 $                 170.600
Sewa fasilitas dan kendaraan
 $                 165.870
Perjalanan bisnis dan pelatihan
 $                    66.000
Rupa-rupa
 $                    65.480
Pemeliharaan
 $                    60.000
Depresiasi
 $                    48.200
Periklanan
 $                    40.000
Kantor dan utilitas
 $                      4.355
Total
 $              4.458.610

Tahap dua menngidentifikasi aktivitas produksi dan  menggunakan penggerak biaya untuk konsumsi sumber daya dalam membebankan biaya sumber daya ke tempat penampungan biaya aktivitas.
Tahap tiga mengidentifikasi penggerak biaya aktivitas, mengidentifikasi total jumlah penggerak biaya ini, dan kemudian menentukan tarif pembebanan berdasarkan aktivitas.
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Tempat Penampungan Biaya Aktivitas
Anggaran Biaya Aktivitas
Penggerak Biaya Aktivitas
Aktivitas Yang Dianggarkan
Tarif Pembebanan Biaya Berdasarkan Aktivitas
Mesin
 $435.425
Jumlah Jam Mesin
 73.872
 5,894
Pemeliharaan Rekam Data
 $132.596
 Jumlah Lini Produk
 14
 9.471,143
Penanganan Bahan Baku
 $1.560.027
Jumlah Produk
 16.872
 92,462
Peralihan (Persiapan) Produksi
 $723.337
Waktu Persiapan (Jam)
 72
 10.046,347
Penjadwalan & Persiapan Produksi
 $24.876
Jumlah Produksi Yang Berjalan
 2.788
 8,923
Penerimaan & Penanganan Bahan Baku
 $877.106
Jumlah Oenerimaan
 2.859
 306,788
Pengiriman Produk
 $561.013
Jarak (Mil)
 13.784.015
 0,041
Pelayanan Pelanggan
 $144.230
Jumlah Pelanggan Di Kontak
 2.533
 56,940
Total
 $4.458.610

Tahap akhir adalah penentuan biaya berdasarkan aktivitas dan analisis profitabilitas untuk lini produk utama AIRCO. Seperti pada tabel berikut (tampilan 5.14)
5 ton
6 ton
7,5 ton
10 ton
12,5 ton
15 ton
20 ton
Tenaga kerja langsung
 342,20
 342,20
 342,20
 410,64
 410,64
 410,64
 410,64
Bahan baku langsung
 665,00
 665,00
 665,00
1.957,00
1.957,00
1.957,00
1.957,00
BOP berdasarkan aktivitas
 174,63
 404,27
 160,26
 172,62
1.029,52
 343,95
 309,90
Total biaya produksi
1.181,83
 1.411,47
1.167,46
2.540,26
3.397,16
2.711,59
2.677,54
Harga jual
1.000,00
 1.300,00
1.750,00
2.560,00
3.200,00
4.572,00
5.450,00
Margin produk
(181,83)
 (111,47)
 582,54
 19,74
(197,16)
1.860,41
2.772,46

Dapat diketahui bahwa produk 5 ton, 6 ton dan 12,5 ton tidak menguntungkan.  Analisis ABC dapat dibandingkan dengan pendekatan bersdasarkan volume yang digunakan AIRCO sebelum ABC. BOP berdasarkan volume dibebankan ke produk berdasarkan tarif sebesar $12,02 per jam tenaga kerja langsung.
5 ton
6 ton
7,5 ton
10 ton
12,5 ton
15 ton
20 ton
Tenaga kerja langsung
   342,20
   342,20
  342,20
  410,64
 410,64
   410,64
   410,64
Bahan baku langsung
   665,00
   665,00
   665,00
1.957,00
1.957,00
2.510,00
2.510,00
BOP berdasarkan aktivitas
   240,41
   240,41
   240,41
   288,49
   288,49
   288,49
   288,49
Total biaya produksi
1.247,61
1.247,61
1.247,61
2.656,13
2.656,13
3.209,13
3.209,13
Harga jual
1.000,00
1.300,00
1.750,00
2.560,00
3.200,00
4.572,00
5.450,00
Margin produk
(247,61)
     52,39
   502,39
  (96,13)
   543,87
1.362,87
2.240,87

Dari perhitungan ABC, model 12,5 ton membutuhkan lebih banyak bahan baku yang diterma secara signifikan, sedangkan 6 ton mempunyai biyaa yang lebih tinggi berdasarkan aktivitas karena lrelatif tingginya pemakaian waktu persiapan dan aktivitas pelayanan pelanggan.

2.7  Penerapan Perhitungan/Manajemen Biaya Berdasarkan Aktivitas Pada Industri Jasa: Masyarakat Pensiunan Dan Yang Dibantu Kehidupannya.
Bellhaven house merupakan rumah aktual untuk masayarakat pensiunan.  Terdapat 70 rumah aktual dan memiliki empat tingkat perawatan. Sembilan kombinasi berbagai tingkat perawatan/lantai yang direncanakan dihargai berbeda serta dianggap sebagai objek biaya pada Bellhoven. Saat ini terdaoat 56 penduduk Bellhoven yang tersebar pada sembilan objek biaya. Layanan pada Bellhoven mencakup perawatan bagi penduduk, pengurusan rumah tangga, pemeliharaan pekarangan dan fasilitas, pelayanan makanan, aktivitas-aktivitas dan transportasi. Keenam layanan ini adalah aktivitas yang digunakan dalam mengembangkan model biaya berdasarkan aktivitas untuk menentukan biaya dan profitabilitas masing-masing sembilan objek biaya. Penggerak biaya untuk setiap aktivitas adalah jumlah jam kerja karyawan dalam setiap aktivitas. Tarif pembebanan ABC kemudian ditentukan dari jumlah jam yang tersedia dalam setiap unit pelayanan, dan biaya ABC untuk setiap objek biaya dikalkulasikan.


2.8  ABC/M pada Pemerintahan
ABC/M pada pemerintahan digunakan oleh U.S Patent and Trademark Office. Ketika volume permintaan hak paten telah meningkat sangat besar, dan ketika PTO bukan pembayar pajak yang didukung tetapi bergantung pada biaya dari pemakai, penentuan biaya yang akurat dan pengaturan biaya yang tepat dari pemakai untuk berbagai layanan.
Contoh lainnya IRS yang menggunakan ABC/M untuk mengkalkulasikan biaya pemrosesan dari setiap jenis surat pemberitahuan pajak penghasilan yang berbeda-beda, dan tentara AS, yang menggunakan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dalam manajemen pengiriman peralatan kesehatan dan pemeliharaan peralatan militer.

Nilai Hidup Bebas Dari Perawatan
Hidup Dengan Setengah Bantuan
Hidup Dengan Bantuan
Perawatan Jangka Pendek
Total Biaya Aktivitas Yang Dibebankan
Biaya Kapasitas Yang Berlebihan
Total Biaya Aktivitas Yang Terjadi
Studio
Satu Tempat Tidur
Dua Tempat Tidur
Studio
Satu Tempat Tidur
Studio
Satu Tempat Tidur
Studio
Satu Tempat Tidur
Perawatan Penduduk
 $ 166
 $ 166
 $ 166
 $ 332
 $ 332
 $ 554
 $ 554
 $ 332
 $ 332
 $  14.114
 $    2.454
 $  16.568
Rumah Tangga
 $   17
 $   18
 $   23
 $  17
 $   18
 $   23
 $   24
 $   17
 $   18
 $    1.047
 $    1.773
 $    2.820
Pemeliharaan
 $   16
 $   16
 $   16
 $  16
 $   16
 $   16
 $   16
 $   16
 $   16
 $        896
 $    2.019
 $    2.915
Pelayanan Makanan
 $   84
 $   84
 $   84
 $  85
 $   85
 $   86
 $   86
 $   85
 $   85
 $    4.371
 $    4.476
 $    9.207
Aktivitas Penduduk
 $   16
 $   16
 $   16
 $  12
 $   12
 $     3
 $     3
 $   12
 $   12
 $        758
 $    1.826
 $    2.584
Transportasi
 $    8
 $     8
 $     8
 $    8
 $     8
 $     8
 $     8
 $     8
 $     8
 $        448
 $        631
 $    1.079
 $ 307
 $ 308
 $ 313
 $ 470
 $ 471
 $ 690
 $ 691
 $ 470
 $ 471
 $  21.634
 $  13.179
 $  35.173






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pengurangan biaya (cost reduction) hanya dapat dicapai secara efektif melalui manajemen berbasis aktivitas-pendekatan pengelolaan terpadu dan bersistem terhadap aktivitas dengan tujuan untuk meningkatkan costumer value dan laba yang dicapai dari penyediaan value tersebut.
Manajemen berbasis aktivitas memiliki dua dimensi : dimensi proses dan dimensi biaya. Dimensi proses memfokuskan usaha manajemen untuk melakukan pengelolaan aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer. Pengelolaan aktivitas ini ditujukan agar proses untuk menghasilkan produk dan jasa menjadi effective cost – sumber daya hanya dikorbankan untuk aktivitas penambah nilai. Pengelolaan aktivitas dilaksanakan melalui: penghilangan, pengurangan, pemilihan dan pembagian aktivitas.
Dimensi biaya dalam manajemen berbasis aktivitas menuntut sistem informasi yang mampu memberikan informasi biaya untuk memotivasi personel dalam program jangka panjang pengurangan biaya. Oleh karena tujuan akhir manajemen berbasis aktivitas adalah pengurangan biaya dalam jangka panjang, diperlukan sisten akuntansi pertanggungjawaban berbasis aktivitas.


DAFTAR PUSTAKA
Blocher, Edward J, David E. Stout, dan Gary Cokins. 2014. Manajemen Biaya Penekanan Srategis. Jakarta: Salemba Empat. Hal. 221 – 230.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar